Cara Menghilangkan Sablon Plastisol

Istilah sablon kini bukan termasuk istilah asing bagi sebagian besar masyarakat. Sablon sudah banyak dikenal sebagai salah satu proses cetak gambar atau tulisan yang biasanya digunakan pada media kaos dan lainnya. Sablon menggunakan bantuan screen untuk transfer tinta ke material yang di inginkan.

Sablon termasuk jenis teknik konvensional yang telah muncul berabad-abad lalu. Sablon dipercaya telah digunakan pada sekitar abad 10 sampai 13 di Cina. kemunculannya kemudian terus berkembang ke berbagai negara salah satunya Jepang. Dengan adanya temuan ini Jepang banyak melakukan perkembangan dengan padu padan bersama teknik lain.

Tak berapa lama sablon mulai dikenal pula di belahan dunia lain, Eropa. Sablon terus berkembang dan dikenal pasar serta diminati masyarakat. Sablon dipatenkan oleh seorang Inggris bernama Samuel Simon. Penggunaanya dalam dunia komersil makin marak diantaranya untuk percetakan pada media kertas dinding, sprei dan masih banyak lagi.

Tidak sampai disitu saja sablon juga terus berkembang dengan memasuki berbagai industry mulai dari baju, jersey, celana, sweter, poster, banner dan lainnya. Teknik sablon dipilih karena lebih murah disbanding dengan jenis teknik cetak lain. Kini sablon bahkan juga dikenal dalam industry seni.

Teknik cetak sablon juga makin berkembang, setelah sekian lama menggunakan tenaga manual dengan teknik cetak tempel pada sekitar 1960-an seorang Amerika bernama Michael Vasilantone mengembangkan sebuah mesin sablon rotary yang dapat digunakan untuk cetak lebih dari satu warna yang kemudian dipatenkan.

Mesin sablon tersebut mulanya hanya digunakan untuk mencetak logo pada atribut pemain bowling, namun kini mesin tersebut terus dikembangkan dan digunakan untuk berbagai jenis kepentingan dalam industry sablon.

Saat ini sablon termasuk hal yang sangat mudah ditemui, teknik ini sangat dibutuhkan utamanya dalam industry tekstil. Perkembangan zaman juga membuat banyaknya teknik dan jenis baru yang muncul dari industry sablon.

Sablon plastisol adalah salah satu jenis sablon terbaik yang muncul seiring kemajuan dunia sablon. Sablon plastisol menggunakan tinta PVC yang diberi campuran minyak sintetik hingga mampu memberikan keunggulan dalam segi warna dan keawetan dibanding dengan jenis sablon lainnya.

Sablon plastisol memang lebih unggul dibanding sablon lain, selain lebih tahan lama karena daya rekatnya yang sangat baik, karena terbuat dari campuran minyak gambar atau tulisan juga tidak mudah hilang saat dicuci, sablon plastisol juga memiliki warna cenderung cerah dan tidak kusam apabila diaplikasikan sehingga hasil akhirnya juga menarik. Sablon plastisol bahkan juga digunakan sebagai standart sablon internasional karena kualitasnya yang tak main-main.

Pada pengalikasiannya sablon plastisol dapat dilakukan pada kondisi wet on wet atau tinta basah, sehingga penggunaan waktu pada proses cetak lebih efisien. Tinta plastisol juga tidak mudah kering sehingga dapat digunakan beberapa kali untuk proses sablon, hal ini dapat membantu mengurangi sumbangan limbah.

Sablon plastisol kini sangat banyak direkomendasikan ketika hendak mencetak gambar atau tulisan pada kaos. Disamping keunggulan-keunggulan yang dimiliki, sablon plastisol juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya harga tinta yang cukup mahal, tinta plastisol diperoleh dari campiran minyak sintetik yang sulit diperoleh sehingga berimbas pada harga tinta plastisol itu sendiri.

Selain itu hasil sablon plastisol juga tidak tahan panas sehingga dilarang untuk disetrika secara langsung karena resiko rusak yang tinggi. Pada saat menjemur baiknya juga dilakukan di tempat teduh karena jika terkena panas berlebihan dalam waktu lama, tinta sablon bisa saing menempel sehingga merusak hasil sablon tersebut.

Pada saat proses pembuatan, sablon plastisol juga memerlukan alat pengering khusus karena tintanya memiliki durasi cukup lama untuk kering. Apabila sudah tidak digunakan lagi tinta plastisol juga berpotensi merusak alam karena sifatnya yang tidak mudah terdegradasi.

Apabila kamu hendak mencetak sablon, baiknya kamu mencari jasa terpercaya agar hasilnya sesuai dengan keinginanmu. Menghilangkan sablon merupakan perkara yang susah-susah gampang. Terutama tinta plastisol yang memiliki daya rekat tinggi. Namun jika kamu ingin menghilangkan sablon pada berbagai benda pribadimu kamu bisa menyimak beberapa langkah dibawah ini.]

  • Menggunakan Setrika dan Kertas

Dua benda tersebut cukup mudah ditemukan dan dapat membantu menghilangkan sablon plastisol. Tinta plastisol yang tidak tahan panas mungkin akan mudah hilang dengan bantuan setrika dan kertas.

Kamu hanya perlu menyiapkan kertas kraft yang tebal dengan dua sisi berbeda dan menyalakan setrika. Setelah itu tempelkan sisi kertas kraft yang mengkilap pada sablon yang ingin kamu hapus, jika setrika telah panas, kamu bisa langsung menyetrika bagian atas kertas kraft secara perlahan. Dalam beberapa menit angkat setrika beserta kertas kraft dan tada, hasil sablon akan menempel pada kertas tersebut.

  • Menggunakan Cairan Penghilang Plastisol

Seringnya penggunaan tinta plastisol pada industry tekstil memunculkan cairan penghilang plastisol yang efektif menghilangkan goresan tinta. Kamu bisa mencarinya lewat marketplace. Untuk menghilangkan tinta plastisol kamu perlu merendam kain yang lembut pada cairan plastisol selama beberapa saat. Setelah itu tempelkan kain tersebut pada sablon yang ingin dihilangkan.

Setelah 30 menit angkat kain rendaman dan gunakan sikat untuk membantu mengikis sablon.  Setelah memastikan tinta sablon hilang sepenuhnya kamu bisa mencuci kain tersebut dan menggunakannya kembali.

  • Menggunakan Aseton

Aseton adalah cairan penghilang cat kuku yang biasanya digunakan pada industry nail art. Namun ternyata aseton juga mampu menghilangkan sablon meski hanya cocok pada jenis kain katun karena sifatnya yang keras mampu merusak serat kain.

Jika kamu ingin menggunakan aseton untuk menghilangkan sablon, kamu perlu merendam bola kain atau kapas pada aseton dan menggosokkannya pada sablonan yang ingin kamu hilangkan. Tunggu beberapa saat  dan kupas sablon yang telah diberi cairan aseton sebelumnya. Setelah selesai kamu dapat mengulangi proses tersebut jika kurang puas dengan hasilnya.

Tidak hanya aseton proses penghilangan sablon juga bisa menggunakan alcohol dengan tata cara yang sama ketika menggunakan aseton.

  • Menggunakan Cairan M3 atau M4

Penggunaan cairan M3/ M4 sudah tak asing lagi bagi pengrajin sablon karena bisanya digunakan untuk menghapus noda bekas atau noda yang meleber lebih dari gambar dan tulisan. Untuk menghilangkan sablon dengan plastisol kamu perlu membalik kaos dan memberikan cairan M3/ M4 di balik sablon.

Setelah itu lanjutkan dengan menggosok bagian yang ingin dihilangkan dan tunggu beberapa saat hingga cairan M3/ M4 mengering. Biasanya sablon akan mengerut dan kamu bisa menghilangkannya dengan bantuan pisau atau gunting.

  • Menggunakan Bensin

Penggunaan bensin untuk menghilangkan sablon mirip dengan penggunaan cairan M3/M4 karena pemberian cairan dilakukan dibalik sablon. Jika merasa kurang bersih teknik ini dapat dilakukan beberapa kali sehingga sablon bisa hilang sepenuhnya.

Ketika hendak menghilangkan sablon pastikan untuk berhati-hati terutama dalam penggunaan listrik, untuk penggunaan cairan pastikan juga untuk menggunakan sarung tangan agar tidak terjadi iritasi.

Konveksi Diprintex Solo | Ahlinya Konveksi Kemeja, Baju Seragam & Kaos Komunitas

Artikel Menarik Lainnya

Jersey Futsal Keren

Bagi futsal dan sepak bola penggunaan jersey tentu sudah tidak asing lagi. Salah satu atribut sepak bola ini seakan melekat kental pada jenis aktivitas olahraga

Read More »

Seragam Kerja Lapangan Keren

Seragam kerja adalah pakaian yang dipakai untuk kepentingan pekerjaan. Seragam kerja juga dapat digunakan sebagai identitas sebuah perusahaan. Seragam kerja seringkali digunakan untuk pekerja lapangan

Read More »
Open chat
Hallo
Ada yang bisa kita bantu?